Cara Mengemudi Mobil Melewati Banjir – Ketika Memasuki Musim penghujan seperti saat ini. Jalan-jalan dipenuhi genangan air sehingga dapat menghambat kendaraan untuk melintasinya.
Sangat Repotkan, jika setiap hari harus melewati jalan yang terkena banjir dan genangan air. Baik untuk bekerja atau aktivitas lainnya yang tidak dapat ditunda. Jadi kita tidak mempunyai pilihan selain melewati genangan air tersebut.
Untuk itu semua tentu saja kita membutuhkan persiapan berupa teori, teknik, tisp, trik, cara dan kiat-kiat dalam melewati serta mengatasi masalah saat kendaraan melintasi genangan air. Bagaimana Tips dan Cara Mengemudi Mobil Melewati Banjir?
Cara Mengemudi Mobil Melewati Banjir
Cara Mengemudi Mobil Melewati Banjir
Berikut Tips-tips yang mungkin dapat membantu ketika mengemudikan dan mengendarai mobil ketika banjir melanda:
Baca Juga:
Kenali Kendaraan
Harus diketahui jenis dan karakter yang terdapat pada mobil, seperti jenis dari kendaraan (sedan, jip, pikap, “Mobil Manual atau Mobil Metik). Sehingga bisa memperhitungkan batas dari ketinggian maksimum air yang bisa membuat air masuk ke kabin atau ke ruang pembakaran mesin melalui saringan udara mobil.
Misalkan ketika kita mengendarai sedan yang telah dimodifikasi (menjadi ceper), maka harus sadar bahwa mobil terbatas kemampuannya ketika melintasi daerah banjir. Jika genangan air hanya + 25 cm saja tidak ada masalah apa-apa. Tapi jika ketinggian air lebih dari pada itu, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melewatinya, lebih baik berbalik arah.
Kendarai Mobil Dengan Halus dan Kuasai Mobil
Maksudnya jangan takut dan cemas, sehingga merasa serbasalah ketika mengemudi dan mengendarainya. Tetap tenang, terpenting sejak awal sudah perhitungkan bahwa mobil mampu melewati genangan air.
Jika sejak awal telah diperhitungkan, bila genangan air tak mampu dilewati karena terlalu tinggi di atas batas kemampuan dari mobil, jangan Anda memaksakan Mobil untuk terus melewatinya. Berbalik arah adalah jalan terbaik.
Hindari Aqua Planning
Aqua Planning merupakan keadaan terdapatnya air antara ban dengan permukaan jalan hampir tak ada. Hal ini dikarnakan telapak ban tidak mampu membuang air ke samping dengan cepat, sehingga mobil susah dikendalikan “seperti melayang”.
Hal tersebut dapat dihindari dengan Cara: sewaktu memasuki genangan air, kurangi kecepatan Kendaraan dengan mengerem dan langsung pindah ke gigi lebih rendah, hingga ke gigi 1 (perseneling L jika mobil trasnmisi otomatis “Mobil automatic”). Selama berada didalam genangan, jaga rpm pada mesin jangan terlalu rendah.
berusaha rpm di atas 1500. Sebab perlu menjaga traksi pada kendaraan. Dengan rpm yang tinggi, membuat traksi roda kendaraan menjadi lebih besar dan maksimal.
Imbangi Ketika Mengereman Dengan Engine Brake
Hal ini dilakukan untuk menghindari kehilang traksi (slidding), mengendalian kendaraan kurang terjaga. Pengereman yang dibantu oleh engine brake, traksi ban akan terjaga. Pengereman jadi lebih aman serta optimal.
Hindari Mengerem Mendadak
Jika melakukan pengereman, usahakan kaki bergerak seperti sifat (ABS) Antilock Brake System, yaitu tekan-angkat. Lakukan pengereman dengan menginjak pedal rem, lalu lepaskan setelah itu injak lagi secara perlahan. Lakukan hingga beberapa kali. Hal ini memerlukan jam terbang mengemudi yang tinggi, pengalaman dan latihan mengemudi mobil khusus dalam mengenal karakter rem dan kendaraan.
Amati Segala Hal Yang Terjadi Pada Mobil Di Depan
Di saat kendaraan melalui genangan air yang cukup dalam (sekitar + 50 CM), Membuat permukaan jalan tidak terlihat. Lalu ada sesuatu yang akan terjadi dengan mobil di depan, misalnya terperosok pada lubang yang dalam. Jangan melakukan kesalahan sama. Ketika melintasi jalan yang sama, pilih jalur lain (sebelah kanan atau kiri lubang).
Amati Genangan Air Yang Terendah
Jika diamati, mobil yang melintasi daerah yang banjir tentu membuat gerakan atau gelombang air dibelakangnya. Nah, antisipasilah saat berada dibelakang mobil lain. Menyesuaikan jarak dengan mobil yang didepan, pilih jalan dengan gelombang air yang paling rendah.
Kurangi Tekanan Ban
Menambah kemampuan dari traksi, kurangi tekanan ban 1 atau 2 spek. Contohnya pada keadaan normal tekanan pada ban adalah 30 psi, dalam menghadapi musim penghujan pada saat ini sebaiknya dikurangi (28 psi). Tapi jangan lupa ketika keadaan normal tambah tekanan ban seperti sebelumnya.
Kemudikan Mobil Sedikit Di Tengah
Karena kondisi permukaan jalan tidak terlihat karna tertutup air, maka batas aspal dan bahu jalan pun tidak terlihatan. Agar tidak terperosok ke bahu jalan, sebaiknya Anda mengambil haluan sedikit ke tengah jalan.
Normalkan Dan Keringkan Kembali Rem
Setelah melewati genangan air (banjir), perhatikan situasi jalan lalu cari tempat yang telah aman dan tak mengganggu pengendara-pengendara lain untuk mengeringkan remnya terutama pada sistem tromol. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menginjak-nginjak pedal rem menggunakan kaki kiri serta gas dengan kaki kanan dengan bersamaan.
Atur agar mobil tetap berjalan pelan. Tidak usah terlalu jauh, cukup 10-15 meter karna akan menimbulkan panas yang mempercepat tromol rem kering. Mungkin itu saja teori, teknik, trik, Tips dan Cara Mengemudi Mobil Melewati Banjir semoga bermanfaat dan berguna.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan daftar disini untuk berlangganan gratis melalui email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di See Look Book GRATIS 100%
 
Nama Bayi Perempuan © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top